February 23, 2009

Perubahan yang terjadi pada diriku, tanpa kusadari dan telah kulakukan selama 7 bulan terakhir ini telah membuatku muak. Bagaimana tidak aktivitas yang sangat sia-sia danmudarat ini telah mencemari pikiran dan hatiku. Aktivitas ini benar-benar menjadi pembeda profesiku, aku yang dulu karyawan kantoran dan aku yang sekarang sebagai ibu rumah tangga. Dulu……dalam kesendirian, aku tidak pernah melakukannya sama sekali, sekarang paling sedikit 5 menit dari 24 jam waktu yang disediakan Allah untukku, telah kugunakan untuk menikmati aktivitas ini, tanpa beban dan tanpa takut dosa, benar – benar memuakkan. Apa memang aku harus menyalahkan profesi, seharusnya tidak, yang harus kupersalahkan adalah diriku ini yang bodoh, yang tidak bisa mencermati perubahan. Aktivitas ini harus kuhentikan atau paling tidak aku harus berusaha untuk mengurangi frekuensinya paling tidak 1 atau 2 kali dalam seminggu. Mulai hari ini, aku tidak akan terbuai lagi dengan tayangan infotainment atau gosipnya selebritis. Ya…. Allah bantulah hambamu yang lemah ini, mohon dikuatkan hati ini untuk tidak tergoda dengan tayangan – tayangan tv yang membawa mudarat, amin…….

Posted in Renungan No Comments »


February 13, 2009

Tak terasa kepergian babe (panggilan untuk ayah mertuaku) sudah seminggu  berlalu, sejak tgl 5 Pebruari lalu  beliau -seorang TNI AD- dipindah tugaskan ke Sulawesi Tenggara, Menurut kabar yang kuterima tadi pagi babe akan bertugas di Kendari selama lebih kurang 2 tahun.
Selama 6 bulan ini, aku mengenal babe sebagai orang yang mempunyai pengendalian  emosi yang luar biasa, dan aku pikir hanya beliaulah sosok yang paling “tenang” dalam keluarga besarku. Ketenangan beliau dalam menghadapi setiap masalah patut diacungi jempol. Selama ini aku tidak pernah melihat beliau dalam kondisi panik atau cemas, baik itu dari ekspresi wajah ataupun dari ucapannya. Setidaknya aku melihat sikap beliau dalam menghadapi kejadian dimana 2 orang adik iparku secara bergantian diopname di Rumah Sakit.
Kusadari bahwa salah satu sifat burukku adalah sering kali cepat panik jika terjadi suatu peristiwa luar biasa, dan keterpanikanku itu sangat berlebihan. Satu contoh nyata saat terjadi peristiwa di suatu pagi, dimana papaku jatuh dari tangga, Ketika itu aku panik luar biasa melihat kepala papa yang berlumuran darah, sehingga aku lupa kalau sedang hamil. Entah karena kaget atau sibuk berlari-lari di Rumah Sakit, sorenya aku keguguran.
Seharusnya aku dapat meneladani pribadi beliau tersebut dalam kehidupanku, semestinya aku mencoba untuk dapat bersikap tenang apapun peristiwa yang dihadirkan.
Semoga Allah menjadikan ketenangan sebagai perhiasan pribadiku, amin……

Posted in Renungan No Comments »