March 17, 2009

Akhirnya kusadari, bahwa Allah tidak sekedar memerintahkan hambaNya untuk bersabar, bahwa salik itu tidak hanya bermain diseputar ”rasa” tapi lebih hakiki dari pada itu, yaitu ”penyikapan”. Jika aku bisa menyikapi persoalan yang Allah hadirkan, maka rasa sabar akan datang tanpa perlu diundang.
Hari ini aku yang bodoh dan faqir ini mulai belajar untuk “berterima” (istilahnya Daeng)  apa yang Allah hadirkan. Lucunya butuh waktu yang begitu lama untuk bisa memahami “segitiga persoalan” (yang dulu pernah diajarkan Mas Herman). Selama ini aku hanya sekedar tahu dan tidak pernah benar-benar memahami maknanya secara utuh. Semoga Allah selalu membimbingku agar pemahaman yang baru kudapatkan ini bisa langgeng dan dapat terus kuimplementasikan, amin………..
Lagi-lagi aku terus merasa sangat bersyukur, Allah telah memberikanku seorang suami yang begitu sangat sabar dan pengertian dalam mendidik istrinya yang bengal ini. Terkadang Daeng berperan sebagai ”penasihat spiritual” dalam hari-hari yang kulewati bersamanya. Dia akan menguatkanku bila aku lemah dan mengingatkanku bila aku khilaf.

Posted in Renungan


3 Comments »

  1. Alhamdulillah… semoga selalu dibimbing Allah ya uni…
    (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)

    Comment by Epi — May 21, 2009 @ 6:54 am

  2. assalammu’alaikum uni..
    Memang tidak ada satupun peristiwa yang terjadi melainkan didalamnya kita dituntut untuk bisa bersyukur dan bersabar… wassalam….

    Comment by iswandi — June 5, 2009 @ 7:32 pm

  3. untuk adinda novri :D , terima kasih atas ayatnya, sungguh sangat mengingatkan.

    untuk iswandi, terimokasih…iyo bana apo yang wandi kecek, Apopun yang Allah hadirkan untuk kito antah itu ujian kenikmatan ataupun kesusahan, itulah hadiah yang paling rancak makonyo patuik kito syukuri, jiko tak mampu mansyukrinyo patuiklah kito basabar, onde mande indahnyo

    Comment by meryeka — August 31, 2009 @ 5:58 am

Silahkan untuk memberi tanggapan